<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LPI - SD Luqman Al Hakim &#124; Hidayatullah Ngawi</title>
	<atom:link href="http://sd.integralngawi.sch.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sd.integralngawi.sch.id</link>
	<description>The Real Islamic Education</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 14:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Subhanallah 4000 jadi 400.000</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/subhanallah-4000-jadi-400-000.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/subhanallah-4000-jadi-400-000.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 14:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nikmatnya Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[wisatahati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1455</guid>
		<description><![CDATA[&#160; sedekah sdlh ngawi, sedekah emang luar biasa manfaatnya. Pada hari itu aku dan suamiku gak ada uang, yang ada ditanganku cuma empat ribu, sedangkan suamiku kekantor gak pegang duit sama sekali. Siang harinya datang seorang bapak tua minta sumbangan beliau dari yayasan yatim piatu, entah knp aku ingin memberikan semua uangku walaupun aku/suamiku tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1456" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/sedekah.jpg"><img class="size-medium wp-image-1456" title="sedekah" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/sedekah-300x218.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">sedekah</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/">sdlh ngawi</a>, sedekah emang luar biasa manfaatnya. Pada hari itu aku dan suamiku gak ada uang, yang ada ditanganku cuma empat ribu, sedangkan suamiku kekantor gak pegang duit sama sekali. Siang harinya datang seorang bapak tua minta sumbangan beliau dari yayasan yatim piatu, entah knp aku ingin memberikan semua uangku walaupun aku/suamiku tak tahu akan dapat uangkah hari ini. Selesai kuberikan, bapak itu berdoa panjang sekali dan aku mengamininya. Malamnya, setelah berkumpul dengan suami, kami hitung menghitung, ternyata uangku berjumlah 400.000. Rasanya ingin menangis, teringat pada siang harinya, apakah uang berlipat ganda karena bapak tua itu. Subhanallah o iya uang yang berlipat ganda itu sebagian asalnya dari ayahku, yg tiba2 mengirimi aku uang, sebagian lagi dari hasil kerja suamiku yang kerjanya membetulkan komputer orang. Bersedekahlah&#8230;.sesungguhnya allah swt akan melipat gandakan apa yang telah engkau keluarkan, amin . Testimoni, wisata hati No 281.<a href="http://www.wisatahati.com/"> cut halimah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/subhanallah-4000-jadi-400-000.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahli Qur&#8217;an Kekasih Allah</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/ahli-quran-kekasih-allah.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/ahli-quran-kekasih-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 14:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[kajian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[umat islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1451</guid>
		<description><![CDATA[SDLH Ngawi, Ada ulama Al Qur`an yang dicampakkan di hadapan singa, namun binatang itu hanya mendengus-dengus badannya tanpa menyakiti. Membaca dan menyimak al-Qur`an dan ilmu lainnya adalah aktivitas rutin yang dilakukan Ibnu Al Qazwini. Suatu saat, usai membaca al-Qur’an, muridnya bernama Abu Muhammad Ad Dahha hendak minta makanan. Namun, karena kewibaan sang guru, ia akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1452" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/tadarus-al-quran2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1452" title="tadarus-al-quran2" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/tadarus-al-quran2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">ahli quran</p></div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/">SDLH Ngawi,</a> Ada ulama Al Qur`an yang dicampakkan di hadapan singa, namun binatang itu hanya mendengus-dengus badannya tanpa menyakiti.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca dan menyimak al-Qur`an dan ilmu lainnya adalah aktivitas rutin yang dilakukan Ibnu Al Qazwini. Suatu saat, usai membaca al-Qur’an, muridnya bernama Abu Muhammad Ad Dahha hendak minta makanan. Namun, karena kewibaan sang guru, ia akhirnya ragu-ragu untuk mengungkapkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk bangkit dan hendak beranjak. Tetapi Ibnu Al Qazwini menyuruhnya untuk tetap duduk. Dia lalu masuk rumah dan mengeluarkan roti yang dilapisi adas dan roti yang dilapisi kurma serta buah tin. Kemudian dia mengatakan, ”Makanlah, makanan yang kita miliki adalah ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Al Qazwini ulama yang saleh dan zuhud. Khatib Al Baghdadi mensifati dia sebagai orang yang tidak pernah keluar dari rumah, kecuali untuk melaksanakan shalat. Sedangkan Qadhi Al Baidhawi menyebut bahwa Ibnu Al Qazwini adalah orang yang banyak diam, dan menghindari perkataan yang tiada guna.</p>
<p style="text-align: justify;">Qadhi Al Baidhawi sendiri pernah melaksanan shalat di belakang Ibnu Al Qazwini. Kala itu ia menyaksikan pakaian yang dikenakan Ibnu Al Qazwini terdapat hiasan. Hingga akhirnya Qadhi Al Baidhawi berbicara dalam hati, ”Zuhud kok berpakaian bagus.” Setelah shalat Ibnu Al Qazwini berkata tiga kali, ”Hiasan tidak mengurangi hukum zuhud.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Shalah menyebutkan juga kisah seorang pria yang tidak memiliki apa-apa. Hingga orang tersebut berharap dalam hati agar menemukan dinar di Harbiyah, salah satu wilayah di Baghdad, untuk menghidupi keluarganya. Saat laki-laki tersebut tengah berjalan, ia melihat Ibnu Al Qazwini keluar dari rumah, dan berteriak memanggilnya. Laki-laki ini bergegas menemuinya. Ibnu Al Qazwini lantas mengatakan, ”Apakah engkau tidak tahu bahwa barang temuan jika belum diumumkan maka hukumnya haram?”<br />
Kemudian Ibnu Al Qazwini mengeluarkan dinar dan meletakkan di telapak tangan laki-laki tersebut seraya mengatakan, ”Ambilah ini. Ia halal”<br />
Sebenarnya, Hafidz Ibnu Shalah juga menyebutkan banyak karamah lain yang dimiliki oleh Ibnu Al Qazwini, namun karena hampir mirip, maka apa yang telah disebutkan sudah menunjukkan bahwa Allah telah memberikan kelebihan kepadanya. Riwayat hidup ulama yang wafat pada tahun 442 H ini dan berbagai kisah tentangnya telah disebutkan dalam Thabaqat As Syafi’iyah Al Kubra.</p>
<p style="text-align: justify;">Hewan pun Tunduk di Hadapan Pembaca Al Qur`an<br />
Memang, sebagian ulama al-Qur`an menghindari jabatan hakim dan menjauh dari penguasa. Namun ketika terpaksa menduduki jabatan ini, mereka tetap menerapkan keadilan terhadap penguasa. Inilah yang dilakukan Qadhi Majduddin As Syirazi, ulama yang dikenal dengan hafalan al-Qur`an dan tilawahnya.<br />
Sebagian pejabat menentangnya. Qadhi Majduddin tidak gentar dengan perlakukan itu, hingga akhirnya ia ditangkap dan diikat, kemudian dicampakkan di hadapan anjing-anjing buas dan singa. Namun anehnya, binatang-bintang tersebut hanya mendengus tubuhnya, tanpa menyakiti.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga pernah mencegah rencana penguasa untuk mengepung dan membunuh penduduk Syiraz, karena ada persengketaan di antara mereka. Qadhi Majduddin yang akhirnya turun ke jalan disambut dengan lemparan batu. Semua orang di sekitarnya terkena lemparan batu, namun ia tetap berdiri dan tidak beranjak dari tempat tersebut. Dan tidak ada sebutir batupun yang mengenai atubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah dua ulama tersebut menunjukkan kebenaran Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ”Ahlu Al Qur`an adalah keluarga Allah dan orang khusus-Nya” (Riwayat Hakim, isnadnya hasan)</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Murtadha Az Zabidi menyebutkan bahwa yang dimaksud ahlu al-Qur`an di atas adalah mereka yang menghafalkanya dan menjaga keistiqamahan untuk membacanya serta mengamalkan kandungannya. Mereka itulah para wali Allah. *Thoriq/Suara Hidayatullah</p>
<p style="text-align: justify;">Ahlu Al Qur`an Ahlu Al Jihad<br />
Pada tahun ke 4 Hijriah, sebuah pasukan kecil beranggotakan 70 orang. Mereka semua ahli al-Qur’an diutus Rasulullah untuk mengajar Al Qur`an ke Najd setelah ada permintaan dari Abu Bara`. Namun sesampai di Bi’r Ma’unah kaum musyrik membunuh mereka semua, hanya beberapa dari mereka yang tersisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahlu Al Qur`an, bukan hanya bertugas mengajar Al Qur`an,tetapi mereka juga merupakan pasukan khusus yang siap berkorban demi mendakwahkan Al Qur`an. Sejarah telah mencatat bahwa para ulama qura` ikut dalam berbagai pertempuran dan banyak dari mereka yang memperoleh kesyahidan karena dibunuh oleh pasukan kuffar dan ini juga terjadi kepada para qura` besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Urutan pertama dari ulama Al Qur`an yang tercantum dalam Thabaqat Al Qura` (1/6) adalah Utsman bin Affan, khalifah ke tiga. Ketika beliau menjabat kekhalifahan, wilayah Khurasan dan Al Maghrib berhasil dikuasai. Beliau sendiri terbunuh syahid pada tahun 35 H.</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat para pembunuh masuk ke rumah Utsman, Nailah Binti Al Farafishah mengatakan kepada mereka,”Kalian membunuhnya atau meninggalkanya, beliau tetap sebagai orang yang mengidupkan malam dengan satu rakaat yang terkumpul di dalamnya seluruh Al Qur`an.” (Jamal Al Qura`, 2/108)</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat yang juga memperoleh pengajaran seluruh Al Qur`an dari Rasulullah selain Utsman adalah Ali bin Abi Thalib. Bahkan menurut sabagian ulama, tidak ada yang lebih sempurna bacaan Al Qur`annya daripada Ali bin Abi Thalib. Para ulama bersepakat bahwa Ali bin Abi Thalib juga memperoleh syahid karena dibunuh oleh Ibnu Muljim, pada 17 Ramadhan 40 H. (Thabaqat Al Qura`, 1/1638)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam peperangan Yamamah yang terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakr As Shiddiq, para qura` juga ikut serta. Dalam pertempuran melawan Musailamah Al Kadzdzab beserta para pengikutnya itu, banyak ahlu Al Qur`an yang gugur. Sebab itulah Umar bin Al Khathhtab menyarankan kepada Abu Bakr As Shiddiq segera mengumpulkan Al Qur`an.</p>
<p style="text-align: justify;">Juga disebutkan bahwa beberapa ulama Al Qur`an juga terbunuh oleh pasukan kuffar. Diantara mereka adalah Imam Abu Abdullah Al Firisy, yang memperoleh kesyahidan setelah pihak Romawi menguasai Qurthubah (Cordova) pada tahun 633 H. (Ma’rifah Al Qura` Al Kibar 3/1261)</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula yang terjadi pada Abu Bakr Al Qaisi, ketika Qurthubah dikuasai pihak Romawi ulama yang memiliki periwayatan Al Qur`an ini memilih tinggal di Al Isybiliyah (Sevilla). Namun ketika beliau mengendarai sebuah kapal, pihak Romawi menawan dan menyiksanya hingga wafat pada tahun 643 H. (lihat, Ma’rifah Al Qura’ Al Kibar, 3/1278) *Thoriq/Suara Hidayatullah, AGUSTUS 2011<a href="http://sd.integralngawi.sch.id/"> http://sd.integralngawi.sch.id/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/ahli-quran-kekasih-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pilu &#8211; Gadis buta kedua matanya</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/kisah-pilu-gadis-buta-kedua-matanya.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/kisah-pilu-gadis-buta-kedua-matanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 07:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buta]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1444</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kita masih diberi mata yg bisa membaca artikel ini&#8230; Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1445" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/dunia-orang-buta1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1445" title="dunia-orang-buta1" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/dunia-orang-buta1-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Alhamdulillah, kita masih diberi mata yg bisa membaca artikel ini&#8230;</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .</p>
<p style="text-align: justify;">Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya. Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”</p>
<p style="text-align: justify;">* * * * *<span id="more-1444"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/kisah-pilu-gadis-buta-kedua-matanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DODOLAN SISWA MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1435.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1435.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 23:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taubat nasuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1435</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Pukul 07.00 bel berbunyi  anak – anak yang tadinya asyik bermain bergegas masuk kelas untuk kegiatan tahfidz/ hafalan Al Quran. Masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1436" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/100_3354-Copy-225x300.jpg" alt="lapak di tata rapi" width="225" height="300" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1437" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/100_3355-Copy-300x225.jpg" alt="berpose dulu ya (fida dkk)" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1438" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/100_3359-Copy-300x225.jpg" alt="es cendol es cendol hehe" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1439" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/100_3357-Copy-300x225.jpg" alt="monggo duduk ya makannya" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pukul 07.00 bel berbunyi  anak – anak yang tadinya asyik bermain bergegas masuk kelas untuk kegiatan tahfidz/ hafalan Al Quran. Masing – masing kelas asyik dengan hafalan sendiri, waktu berlalu sampai pukul 07.30 seorang Ustad mengomando siswa “ayo semuanya silahkan menyiapkan tempat dan perlengkapannya ”. anak bergegas menuju ke kelas yang sudah di tunjuk sebelumnya dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Tiap kelompok terdiri dari 6-10 anak, ada yang membawa perlengkapan masak, blender dll. Makanan yang akan di jualpun segera di tata rapi dalam meja-meja kelas disusun sedemikian rupa agar pengunjung berminat untuk membelinya. Tiap kelompok menunjukkan kreatifitasnya ada kelompok yang menjual makanannya bak restoran bintang lima dengan pramu saji, koki dan teller yang siap sesuai dengan jobnya masing – masing. Di kelompok lain ada seperti penjual pasar yang menjual dengan barang sederhana khas jajan pasar. Semua jajan dan makanan memang diutamakan jajan sehat dan enak tentunya, dan memang terlihat pembeli maupun penjual sangat antusias, terlihat wali murid juga bersemangat membeli jajanan khas buatan anak-anak tersebut. Itulah sedikit kegiatan yang mengajak anak agar mempunyai juwa interpreuner yang sering diadakan sekolah berupa “ DODOLAN SISWA “. Makanan yang disajikan pun juga kas buatan anak sendiri dengan dibantu ustad/ustadah pembimbing, semoga dengan adanya kegiatan seperti ini anak akan mendapat pengalaman baru tentang jual beli dan mengasah anak agar bisa mandiri nantinya amin.</p>
<p>Nantikan info selanjutnya yah tentang sekolah kita tercinta &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1435.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ijtihad Cinta</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/ijtihad-cinta.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/ijtihad-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 15:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Kategori: Buku Jenis Romansa Penulis: Sayyid Qutb &#8220;Jangan cintai apa yang tidak engkau miliki, tapi cintailah apa yang engkau miliki&#8221; Kalimat yang terpampang jelas di cover belakang buku ini seolah pengantar manis untuk sedikit memperkenalkan konflik yang tersaji dalam buku ini. Sebuah buku karya Sayyid Qutb (atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb), seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;" width="70">Kategori:</td>
<td style="text-align: justify;">Buku</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Jenis</td>
<td>Romansa</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Penulis:</td>
<td>Sayyid Qutb</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="item_body" style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/Ijtihad_Cinta-500x500.jpg"><img class="size-medium wp-image-1426 alignright" title="Ijtihad_Cinta-500x500" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/Ijtihad_Cinta-500x500-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>&#8220;Jangan cintai apa yang tidak engkau miliki, tapi cintailah apa yang engkau miliki&#8221;</p>
<p>Kalimat yang terpampang jelas di cover belakang buku ini seolah pengantar manis untuk sedikit memperkenalkan konflik yang tersaji dalam buku ini. Sebuah buku karya Sayyid Qutb (atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb), seorang ulama sekaligus sastrawan handal yang namanya tetap dikenang dan karyanya tetap dibaca sampai sekarang.</p>
<p>Judul asli novel ini adalah Asywak (Duri Dalam Jiwa) dan ditulis pada tahun 1947 sebelum Sayyid Qutb bergabung dalam gerakan Ikhwanul Muslimin. Dalam novel ini, Sayyid Qutb sukses menunjukkan kepiawaiannya dalam mengolah kata dan menyajikan konflik yang pekat dengan empati, melibatkan ilmu jiwa dan penghayatan mendalam. Hasilnya adalah novel yang mendebarkan, membuat pembacanya sulit untuk berhenti sejenak membacanya karena takut kehilangan feel yang telah didapat.<br />
<span id="more-1425"></span><br />
Dalam novel ini kita diajak untuk merasai lika-liku perasaan manusia dalam mengolah suatu rasa yang disebut cinta, cinta antar manusia. Kita diajak menyelami dalamnya cinta dan kebodohan sekaligus tarikan magnetisnya. Kita diajar untuk menjadi pecinta sejati yang tidak takut untuk berproses mengubah rasa tidak suka menjadi rasa suka, benci menjadi cinta.</p>
<p>&#8220;&#8230;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.&#8221; (Q.S. Al Baqarah: 216)</p>
<p>Begitu dalam dan lembutnya Sayyid Qutb dalam bermain kata, pembaca mungkin memerlukan pikiran jernih untuk menangkap pangkal konflik. Mengutip dari pengantar dalam buku ini, di dalam novel ini, Sayyid Qutb secara halus dan lembut mengisyaratkan betapa pentingnya arti keperawanan seorang gadis, karena begitu hal ini diragukan maka persoalan pelik pun akan muncul. Ada perasaan terhina dan luka hati bagai tertusuk duri dan dapat menjadi beban sepanjang hidup.</p>
<p>Sayang kisah yang disampaikan diakhiri dengan kisah yang kurang diminati oleh kebanyakan pembaca yang menyukai happy ending story. Meski demikian, membaca buku ini menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Begitu banyak hikmah implisit dalam tiap lika-liku perasaan para tokoh yang dihadirkan: cinta, kejujuran, ketulusan, pengorbanan, kepasrahan, keberanian dan sebagainya. Mungkin benar kata seorang kawan, buku ini boleh jadi merupakan kisah cinta yang dialami sendiri oleh Sayyid Qutb. Cinta yang kandas namun tak hilang sampai hukuman mati mengakhiri kelajangannya.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/artikel/ijtihad-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukhuwah dalam Pandangan Ibnu Taimiyah</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/syariah/ukhuwah-dalam-pandangan-ibnu-taimiyah.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/syariah/ukhuwah-dalam-pandangan-ibnu-taimiyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 15:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[Ikhtilaf Dalam Masalah Ijtihad Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang orang-orang yang bertaklid kepada sebagian ulama dalam masalah ijtihad, apakah harus dingkari dan dijauhi? Beliau menjawab: “Alhamdulillah, dalam masalah-masalah ijtihad, barang siapa mengamalkan pendapat ulama tidak boleh diingkari atau dijauhi. Dan barang siapa mengambil salah satu dari dua pendapat juga tidak boleh dingkari, jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1420" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/ijtihad.jpg"><img class="size-medium wp-image-1420" title="ijtihad" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/ijtihad-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ijtihad</p></div>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR"><strong>Ikhtilaf Dalam Masalah Ijtihad</strong></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang orang-orang yang bertaklid kepada sebagian ulama dalam masalah ijtihad, apakah harus dingkari dan dijauhi? Beliau menjawab: “Alhamdulillah, dalam masalah-masalah ijtihad, barang siapa mengamalkan pendapat ulama tidak boleh diingkari atau dijauhi. Dan barang siapa mengambil salah satu dari dua pendapat juga tidak boleh dingkari, jika dalam sebuah masalah ada dua pendapat. Apabila seseorang mengetahui ada salah satu dari dua pendapat yang lebih rajih, maka hendaklah ia mengamalkannya, jika tidak maka dibolehkan dia bertaklid terhadap beberapa ulama yang bisa dijadikan rujukan untuk menjelaskan pendapat yang lebih rajih diantara dua pendapat, <em>wallahu’alam</em>.” (<em>Majmu’ah Al Fatawa</em>, vol. 20, hal. 115)<span id="more-1419"></span></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Beliau berkata di tempat lain:”Adapun ikhtilaf dalam permasalahan hukum, bisa lebih banyak lagi. Seandainya saja jika dua orang muslim ikhtilaf dalam suatu masalah dan keduanya saling menjahui maka tidaklah tersisa dari umat ini kemaksuman dan persaudaraan…” (<em>Majmu’ah Al Fatawa</em>, vol. 24, hal 96).</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Syaikhul Islam dalam <em>Khilaf Al Ummah fi Al Ibadat wa Madzhab Ahlu As Sunnah</em> juga menyebutkan Imam Ahmad yang berpendapat bahwa membaca<em> basmalah </em>dalam shalat tidak perlu dengan <em>jahr.</em> Akan tetapi beliau membaca<em>basmalah</em> dengan <em>jahr</em> jika shalat di Madinah, karena penduduknya membaca <em>basmalah</em> dengan <em>jahr</em>. Qadhi Abu Yu’la Al Fara’ menjelaskan bahwa Imam Ahmad melakukan hal itu dalam rangka menjaga ukhuwah (<em>Risalah Ulfah</em>, hal. 48).</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR"><strong>Larangan Berpecah-Belah</strong></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Salah satu penyebab perpecahan umat adalah <em>imtihan</em> (menguji) dengan penisbatan yang tidak berdasarkan nash. Seperti yang dicontohkan oleh Ibnu Taimiyah, yaitu dengan mengatakan kepada seseorang:”Kamu Shukaily atau Qarfandi?” Maka jika seseorang ditanya dengan pertanyaan seperti itu, jawabnya adalah:”Saya bukan Shukaili atau Qarfandi, akan tetapi saya muslim yang mengikuti Kitabullah dan sunnah rasul-Nya.”</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas ditanya oleh Muawiyah:”Kamu mengikuti millah Ali atau millah Utsman?” Beliau menjawab: “Saya tidak mengikuti millah Ali ataupun Utsman, akan tetapi saya mengikuti millah Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam.”</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Begitu juga tidak diperbolehkan <em>imtihan </em>(menguji)<em> </em>dengan penisbatan yang sudah umum dipakai para ulama, seperti penisbatan kepada Imam<em> </em>(Al Hanafi, Al Maliki, As Syafi’i atau Al Hambali), yaitu dengan mengatakan: “Kamu Hanafi atau Maliki?” Juga penisbatan kepada guru ( Al Qadiri atau Al ‘Adawi), atau qabilah (Al Qaisi atau Al Yamani), atau negeri (Al Iraqi, Al Mishri atau As Syami). Juga tidak boleh berloyalitas atas nama-nama ini dan tidak pula menyakiti mereka yang bernisbah kepadanya. Adapun yang paling muliya di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, tidak pandang dari thaifah mana pun dia (Lihat, <em>Majmu’ah Fatawa</em>, vol. 3, hal. 255).<em></em></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR"><strong>Loyalitas Tidak Didasari Atas Penisbatan</strong></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- mengatakan: “Allah telah memberi kabar, bahwa orang mukmin memiliki loyalitas kepada Allah, rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang mukmin. Mukmin di sini bersifat umum, barang siapa beriman maka dia disifati dengan sifat ini. Baik mereka yang menisbahkan diri, atas negeri, madzhab, thariqah atau yang tidak menisbahkan diri. Allah telah berfirman:”Dan laki-laki yang beriman serta perempuan yang berimana, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain.”(At Taubah: 71).</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Ibnu Taimiyah juga menyebutkan beberapa hadits, salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Permisalan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih dan sayang atas sesama mereka seperti satu tubuh, jika salah satu dari anggota badan sakit maka seluruh badan ikut demam susah tidur.” (Lihat, <em>Majmu’ah Al Fatawa, </em>vol. 3, hal. 257)</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR"><strong>Tawadhu’ Ibnu Taimiyah Kepada Ulama Madzhab Lain</strong></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tidak hanya cukup berfatwa, lebih dari itu, amalan beliau mencerminkan apa yang beliau katakan. Ibnu Taimiyah tetap bisa bersikap obyektif kepada para ulama lain walaupun mereka berbeda pendapat atau madzhab. Meskipun beliau dalam banyak hal mengambil pendapat Madzhab Hambali akan tetapi beliau memiliki beberapa murid yang bermadzhab lain, seperti Ibnu Katsir (774 H) dan Imam Ad Dzahabi (748 H), keduanya bermadzhab Syafi’i.</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Antara Ibnu Taimiyah dan Taqiyuddin As Subki (756 H) yang bermadzhab Syafi’i sering saling mengkritik lewat karya masing-masing, akan tetapi Ibnu Taimiyah tetap memuji karya-karya Taqiyuddin As Subki, dan beliau tidak memberi penghormatan kepada orang lain sebagaimana beliau menghormati Taqiyuddin As Subki (lihat, <em>Tabaqat Asyafi’yah Al Kubra,</em> vol.10, hal. 194).</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Yang juga perlu dicontoh dari Ibnu Taimiyah adalah sifat tawadhu’ beliau terhadap ‘Alauddin Al Baji (724 H), salah satu ulama madzhab Syafi’i yang mempunyai majelis perdebatan. Suatu saat mereka berdua bertemu, dan Al Baji berkata kepada Ibnu Taimiyah: ”Bicaralah, kita membahas permasalahan denganmu.” Akan tetapi Ibnu Taimiyah menjawab:”Orang sepertiku tidak akan berbicara di hadapan anda, tugasku adalah mengambil faidah dari anda.” (<em>Tabaqat As Syafi’iyah Al Kubra</em>, vol. 10, hal. 342)</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR"><strong>Nasehat Ibnu Taimiyah</strong></p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Syikhul Islam –rahimahullah- mengatakan: “Perpecahan umat yang telah menimpa para ulama, para masyayikh, umara’, serta para pembesarnya merupakan penyebab berkuasanya musuh atas mereka. Dan itu disebabkan karena mereka telah meninggalkan perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya…”</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Di tempat lain dijelaskan, bahwa Allah berfirman:”Dan hendaklah ada dari antara kamu satu golongan yang mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada hal yang ma’ruf serta melarang hal yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” Ibnu Taimiyah mengatakan:”Amar ma’ruf adalah memerintahkan untuk bersatu dan berkumpul adapun nahi mungkar adalah menegakkan hudud dengan Syari’at Allah.” (Lihat, <em>Majmu’ah Al Fatawa</em>, vol. 3, hal. 259).</p>
<p style="text-align: justify;" dir="LTR">Maka, marilah kita rapatkan shaff, kikis rasa ta’ashub pada diri kita, juga prasangka buruk terhadap yang lain, juga perasaan bahwa diri kita selalu dalam kebenaran dan yang lain selalu berada dalam kebathilan, juga klaim bahwa hanya kita yang memahami dien sedangakan yang lain hanyalah <em>juhala’</em> yang tidak perlu didengarkan.<em>Wallahu’alam bishowab. http://www.inpasonline.com/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/syariah/ukhuwah-dalam-pandangan-ibnu-taimiyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qurban Berkah membangun generasi Islami</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1396.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1396.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 14:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taubat nasuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1396</guid>
		<description><![CDATA[Pembagian daging qurban “ Ayo anak-anak kita ke lapangan  karena pemotongan kambing akan segara dilaksanakan ” ujar salah seorang Ustad kepada seluruh anak SD dan TK. Anak – anak pun berkumpul dilapangan secara melingkar didampingi guru wali kelas masing-masing. Sambil melihat prosesi penyembelihan hewan, anak di ajak untuk mengumandangkan takbir dan tahlil. Suarapun bergemuruh oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1408" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-1408 " src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0847-300x206.jpg" alt="pembagian daging Qurban kepada warga sekitar dan siswa SD tetangga" width="300" height="206" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pembagian daging qurban</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">“ Ayo anak-anak kita ke lapangan  karena pemotongan kambing akan segara dilaksanakan ” ujar salah seorang Ustad kepada seluruh anak SD dan TK. Anak – anak pun berkumpul dilapangan secara melingkar didampingi guru wali kelas masing-masing. Sambil melihat prosesi penyembelihan hewan, anak di ajak untuk mengumandangkan takbir dan tahlil. Suarapun bergemuruh oleh bacaan takbir dan tahlil. Di tempat lain beberapa Ustad dan anak – anak SD sedang menyiapkan tempat untuk pembagian hewan Qurban dan tempat untuk membuat sate khas buatan anak SD hehe. Itulah sedikit kegiatan saat acara Qurban di SD Luqman Al Hakim yang bekerja sama dengan TK Ya Bunayya yang di motori oleh BMH Ngawi selaku badan amil zakat Nasional cabang. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahun yang bertujuan mengajak anak meneladani dari kisah nabi Ibrahim dan Anaknya Ismail, selain itu juga kegiatan tersebut melatih anak untuk berempati dengan warga sekitar maupun teman sekolah lain yang berada di sekitar SD Luqman Al Hakim. Walaupun acara di kemas secara</span><br />
<span style="text-align: justify;">sederhana anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan, terkadang bahkan ada anak yang tadinnya takut memegang daging setelah ikut akhirnya rasa takutnya hilang sampai dagingnya buat main –mainan. Tak jarang Ustad maupun Ustadzah yang mengampu mata pelajaran IPA ikut nimbrung sambil cas cis cus menerangkan organ – organ dalam tubuh hewan qurban sambil berseloroh “ inilah kita sekarang belajar sambil bermain dan beramal ”. barangkali yang bingung Ustad/ustadzah yang mengampu mata pelajaran kertakes nih bingung mau nerangin apa kali. Hehehe &#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1405" class="wp-caption aligncenter" style="width: 680px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0819.jpg"><img class="size-full wp-image-1405 " title="IMG_0819" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0819.jpg" alt="" width="640" height="439" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Prosesi Penyembelihan</dd>
</dl>
</div>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1407" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0069.jpg"><img class="size-medium wp-image-1407" title="pembakaran sate oleh Ust. Joko dkk" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0069-300x225.jpg" alt="pembakaran sate oleh Ust. Joko dkk" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">pembakaran sate </dd>
</dl>
</div>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1406" class="wp-caption alignright" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0032.jpg"><img class="size-medium wp-image-1406 " title="bagian pembuatan sate mas Adam dkk" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/IMG_0032-300x225.jpg" alt="bagian pembuatan sate mas Adam dkk" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">bagian pembuatan sate mas Adam dkk</dd>
</dl>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/info/1396.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah yg masuk Surga lebih dulu?</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/siapakah-yg-masuk-surga-lebih-dulu.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/siapakah-yg-masuk-surga-lebih-dulu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 13:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nikmatnya Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1397</guid>
		<description><![CDATA[SD Luqman Al Hakim &#124; Sekolah Islam Hidayatullah. Siapakah yg masuk Surga lebih dulu?, Dikisahkan, ada tiga orang yang sedang mengantri di depan pintu surga, mereka adalah Ulama, Mujahid dan Orang kaya dermawan. Mereka saling mempersilahkan satu dengan yang lainnya untuk terlebih dahulu masuk ke dalam indahnya surga. Si Kaya dermawan dan Ulama mempersilahkan kepada mujahid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1398" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/Mujahid.jpg"><img class="size-medium wp-image-1398 " title="Mujahid" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/Mujahid-300x228.jpg" alt="Mujahid" width="300" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Mujahid</p></div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/">SD Luqman Al Hakim | Sekolah Islam Hidayatullah</a>. <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/siapakah-yg-masuk-surga-lebih-dulu.html">Siapakah yg masuk Surga lebih dulu?</a>, Dikisahkan, ada tiga orang yang sedang mengantri di depan pintu surga, mereka adalah <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/index.php?s=ulama">Ulama</a>, <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/index.php?s=mujahid">Mujahid </a>dan Orang <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/index.php?s=kaya">kaya dermawan.</a> Mereka saling mempersilahkan satu dengan yang lainnya untuk terlebih dahulu masuk ke dalam indahnya surga.</p>
<p style="text-align: justify;">Si Kaya dermawan dan Ulama mempersilahkan kepada mujahid untuk masuk surga terlebih dahul,”Hai sayed, silahkan masuk terlebih dahulu, karena Allloh SWT telah menjanjikan surga untukmu atau syahidmu kepada Alloh SWT,”<br />
Tetapi ternyata si Mujahid menolaknya dengan halus, sambil berkata,”Maaf, silahkan tuan Ulama yang terhormat masuk surga terlebih dahulu, karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa ilmu pengetahuan dari anda yang seorang ulama”.<span id="more-1397"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya Si Kaya Dermawan dan Mujahid mempersilahkan Ulama memasuki surga terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi ketika si Ulama tadi akan masukdan melangkahkan kakinya ke pintu surga, tiba-tiba tidak disangka ia justru kembali mundur dan berkata kepada Si Kaya Dermawan, Hai Fulan, rasanya Engkaulah yang lebih berhak untuk masuk surga terlebih dahulu dibandingkan kami (Mujahid dan Ulama), karena berkat dana bantuanmulah dibangun rumah-rumah ibadah sperti masjid, madrasah, pesantren, panti jompo dan anak yatim piatu serta anak-anak cacat dan berbagai tempat-tempat kemaslahatan lain. Anda juga gemar membayar zakat, infaq, sedekah dan wakaf, sehingga saya memiliki peranan syiar agama. Dan si Sayed ini juga mau berjihad karena Alloh SWT itu semua berkatmu”.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, jadilah si Kaya Dermawan yang masuk surga nan indah terlebih dahulu..Subhanalloh…….</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, janji Allah itu pasti dan Allah tak akan pernah mengingkari janjiNya kepada hamba-hambaNya yang senantiasa menegakkan syari’atNya dan mengagungkan asmaNya. Begitulah janji Allah kepada hamba-hambaNya yang senantiasa bersedekah dalam keadaan lapang ataupun sempit. Ia telah menyediakan indahnya syurga baginya. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang pertama masuk ke syurgaNya.Aamiin..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/siapakah-yg-masuk-surga-lebih-dulu.html">Inilah alasannya mengapa kita harus bersedekah:</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari Abu hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda, &#8220;Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkat barang bawaan ke atasnya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan aral dari jalan juga merupakan sedekah&#8221; (HR.Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sedekah. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu”<br />
(HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa mengangkat sebuah batu dari jalan, akan untuknya suatu kebaikan, dan barangsiapa yang dicatat untuknya suatu kebaikan, maka ia akan masuk syurga” (HR.Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain” (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana” (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiada seorang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya” (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">“Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya” (HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi”<br />
(HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen)” (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiap muslim wajib bersedekah. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah”<br />
(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">“Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Let’s Fastabiqul khairat<br />
Mari kita raih syurgaNya dengan rezeki yang telah Ia berikan</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/siapakah-yg-masuk-surga-lebih-dulu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta-fakta Valentine,Ternyata….?</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/fakta-fakta-valentineternyata.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/fakta-fakta-valentineternyata.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 02:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[fakta]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[Bentar lagi tanggal 14 Februari, alias Hari Valentine / hari kasih sayang. Hmm,tau kan apa artinya?Yes,Valentine berarti tuker-tukeran coklat, ’festival’ pacaran,dan parade maksiat, Iiiih! Secara agama ,kan kita akhwat-akhwat yang akhlaknya oke,dijamin te-o-pe,masa ikutan valentine? Naah,biar jelas,mari kita uprek sejarah valentine.Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine&#8217;s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/val.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1394" title="val" src="http://sd.integralngawi.sch.id/wp-content/uploads/2012/02/val-300x197.jpg" alt="" width="300" height="197" /></a>Bentar lagi tanggal 14 Februari, alias Hari <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/fakta-fakta-valentineternyata.html">Valentine </a>/ hari kasih sayang. Hmm,tau kan apa artinya?Yes,Valentine berarti tuker-tukeran coklat,</p>
<p style="text-align: justify;">’festival’ pacaran,dan parade <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/fakta-fakta-valentineternyata.html">maksiat</a>, Iiiih! Secara agama ,kan kita akhwat-akhwat yang akhlaknya oke,dijamin te-o-pe,masa ikutan valentine? Naah,biar jelas,mari kita uprek sejarah valentine.Hari Valentine (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>Valentine&#8217;s Day</em>), pada tanggal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/14_Februari">14 Februari</a> adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Barat"> Dunia Barat</a>.<span id="more-1391"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santo_Valentinus">Santo Valentinus</a>. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Valentinius">Valentinius</a> pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta">cinta</a> yang romantis sebelum akhir <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pertengahan">Abad Pertengahan</a> ketika<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsep">konsep</a>-konsep macam ini diciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk &#8220;valentines&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roma">Roma</a> kuno, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/15_Februari">15 Februari</a> adalah hari raya <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lupercalia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lupercalia</a>, sebuah perayaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lupercus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lupercus</a>, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kambing">kambing</a>. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anggur_%28minuman%29">anggur</a>, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah&#8230;udah tau khan fakta yang benar ? Masih mau ikutan valentine???</p>
<p style="text-align: justify;">(Oleh: ajhoz,salmon,tizzi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/tauziyah/fakta-fakta-valentineternyata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya sedekah</title>
		<link>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/nikmatnya-sedekah.html</link>
		<comments>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/nikmatnya-sedekah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 22:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nikmatnya Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sd.integralngawi.sch.id/?p=1387</guid>
		<description><![CDATA[Nikmatnya sedekah, ini adalah artikel pertama dalam kategory Nikmatnya sedekah juga, dan ini nantinya insyaallah akan berisi tentang penjelasan dan kisah kisah yg masyaAllah luar biasa sekali, karna dengan bersedekah itu bisa mendatangkan sesuatu yg luar biasa tanpa kita duga, tentunya suatu Balasan dari Allah SWT, sebagaimana janjinya dalam surah Al An-am 160, (“Barangsiapa membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/nikmatnya-sedekah.html">Nikmatnya sedekah</a>, ini adalah artikel pertama dalam kategory Nikmatnya sedekah juga, dan ini nantinya insyaallah akan berisi tentang penjelasan dan kisah kisah yg masyaAllah luar biasa sekali, karna dengan <a href="http://sd.integralngawi.sch.id/tag/sedekah" target="_blank">bersedekah</a> itu bisa mendatangkan sesuatu yg luar biasa tanpa kita duga, tentunya suatu Balasan dari Allah SWT, sebagaimana janjinya dalam surah Al An-am 160, (“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”)<span id="more-1387"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Misalkan gaji anda hanya Rp.1 juta, sedangkan kebutuhan mencapai Rp.3 juta, bagaimana cara menutupnya dengan sedekah? Taruhlah setelah mendapat pencerahan, anda berniat sedekah sesuai anjuran agama, sekitar 2,5% dari penghasilan. Berarti sedekah anda 2,5% x Rp.1 juta = Rp.25.000,-. Secara fisik, uang anda berkurang (Rp.1 juta – Rp.25.000,-) menjadi Rp.975.000,-, namun secara metafisik uang anda sebenarnya Rp.975.000,-+Rp.250.000,- (Allah menjanjikan setiap sedekah minimal dikalikan 10) = Rp.1,25 juta. Jauh dibawah kebutuhan, ’kan? Bagaimana jika sedekah dinaikkan menjadi 10%? Hitung sendiri detailnya, tetapi paling-paling anda hanya mendapat Rp.1,9 juta. Tetap jauh panggang dari api. Nah, agar sedekah itu mentok, titk tolaknya bukan dari pendapatan, tetapi kebutuhan. Jadi, jika anda bersedekah 10% (10%x 3juta= Rp.300.000,-), “balasannya” kira-kira Rp.700.000,- (sisa gaji) + Rp.3 juta (sedekah dikalikan 10) = Rp.3,7 juta. Sudah melewati target? Pasti!<br />
(Ustad Yusuf Mansyur; INTISARI, Oktober 2006)<br />
.<br />
Kesimpulan :<br />
Agama Islam memberlakukan 3 jenis zakat sebagai manifestasi dari anjuran tersebut :<br />
1. Zakat harta, setahun sekali sebesar 2,5 % dari jumlah harta.<br />
2. Zakat penghasilan, perkebunan, perniagaan dan lain-lain sebesar 2,5 % dari penghasilan perbulan.<br />
3. Zakat fitrah, 2,5 kg beras perjiwa setiap tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">BAHAGIA :<br />
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu ) jam maka tidur sianglah.<br />
- Kalau ingin bahagia 1 ( satu ) hari maka pergilah memancing.<br />
- Kalau kau ingin bahagia 1 (satu) bulan maka kawinlah.<br />
- Kalau kau ingin bahagia 1 ( satu ) tahun maka warisi harta orang tua.<br />
- Kalau kau ingin bahagia selama-lamanya maka bantulah orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">HIDUPLAH DENGAN :<br />
1. BER-IBADAT sebagaimana Nabi/Rasul beribadat.<br />
2. BER-PRINSIP dalam hidup sebagai PENGABDI.<br />
3. BER-ABDI dalam mental sebagai PEJUANG.<br />
4. BER-JUANG dalam kegigihan dan ketabahan sebagai PRAJURIT.<br />
5. BERKARYA dalam Pembangunan sebagai PEMILIK.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sd.integralngawi.sch.id/nikmatnya-sedekah/nikmatnya-sedekah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

